INDRAMAYU-Gerbang lnvestigasi.com
Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu terus menunjukkan semangat perubahan dalam menjalani program pembinaan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Indramayu.
Di lahan pertanian SAE Arumanis Lapas Indramayu, para warga binaan tampak aktif mengolah media tanah dari upaya penggemburan, membuat saluran irigasi, hingga menyiapkan penanaman berbagai komoditas sayuran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga binaan, Erman, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Disela program pembinaan kemandirian yang diikuti, ia mengatakan berbagai kegiatan positif yang ada di Lapas Indramayu membuat warga binaan tetap produktif selama menjalani masa pidana.
“Di sini kami mendapatkan beragam program pembinaan, tidak hanya di dalam kamar hunian. Ada pengolahan pertanian seperti yang saya ikuti ini. Macam sayurannya banyak, ada terong, tomat, cabai, dan buah pepaya. Kami jadi mendapat pengetahuan baru,” ujar Erman, Jumat (22/05/2026).
Erman mengungkapkan dirinya memang memiliki latar belakang di bidang pertanian sebelum menjalani masa pidana. Karena itu, ia merasa program pembinaan di SAE Arumanis ini sangat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan keinginannya untuk menambah pengetahuan dalam bidang pertanian.
“Memang basic saya di pertanian. Jadi di sini saya bisa menerapkan pengalaman yang saya punya sekaligus berbagi ilmu pertanian dan meningkatkannya dengan metode-metode baru yang saya pelajari dari program pembinaan ini,” katanya.
Menurut Erman, selama hampir tiga tahun menjalani masa pidana dari total vonis lima tahun, ia telah mengikuti berbagai program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu, mulai dari budidaya maggot, hidroponik, hingga pelatihan pengelasan.
Sementara itu, Staf Pengelola Bimbingan Kemandirian Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu, Suwandi, menjelaskan program SAE saat ini diikuti lima warga binaan.
Menurutnya, warga binaan yang mengikuti program pembinaan di SAE telah dilakukan assesment berdasarkan minat, kompetensi yang dimiliki dan resiko. Selain itu, warga binaan juga harus telah memenuhi syarat secara administratif dan substantif antara lain telah menjalani setengah masa pidana dan melalui proses sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
“Yang utama tentu kesesuaian bidang atau basic kemampuan mereka. Selain itu, warga binaan juga harus sudah menjalani setengah masa hukuman dan melalui sidang TPP agar program ini berjalan aman dan sesuai prosedur yang berlaku,” jelas Suwandi.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap warga binaan yang mengikuti kegiatan di luar lingkungan Lapas dilakukan secara ketat dengan melibatkan petugas dari bidang keamanan dan pembinaan.
Dalam program SAE tersebut, para warga binaan menjalankan berbagai aktivitas pertanian mulai dari penggemburan tanah hingga budidaya tanaman hortikultura seperti kangkung, caisim, tomat, cabai, terong, pepaya, hingga labu.
“Untuk saat ini kami sedang melakukan penggemburan tanah sebagai persiapan penanaman kangkung dan caisim. Sebelumnya juga sudah ada pepaya, tomat, labu, cabai, dan beberapa tanaman lainnya,” ujar Suwandi.
Program pembinaan kemandirian melalui SAE ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu dalam membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja yang bermanfaat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Selain memberikan aktivitas positif, program tersebut juga diharapkan mampu membangun rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
(Toro)




















