INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Bupati Lucky Hakim, menggelar audiensi bersama Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), Selasa sore, berlangsung di Pendopo (28/4/2026).
Audiensi dihadiri DPRD Indramayu, TNI,Polri, Sat Pol PP serta Dinas terkait, polemik yang dibahas rencana Program Strategis Nasional (PSN) revitalisasi tambak di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, solusi terkait revitalisasi tambak terjadi perdebatan hingga berujung buntu, Pasalnya rencana revitalisasi tambak yang dinilai berpotensi mengancam mata pencaharian dan lingkungan.
Pembina KOMPI, H. Juhadi, menyampaikan Pemda dan DPRD Indramayu merespon keinginan para petambak dengan baik bahwa akan memfasilitasi pertemuan RDP atau Rapat Dengar Pendapat bersama anggota DPR-RI dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kami dari KOMPI menyepakati Bupati dan Ketua DPRD untuk menyurati kepada DPR RI dan Kementrian KKP agar dapat dilakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) supaya ada solusi terhadap masyarakat Pesisir Indramayu,” ujarnya.
Meski demikian, H.Juhadi mengingatkan jika pihak pemerintah tetap memaksakan kemungkinan akan melakukan unjuk rasa.
“Kalau pemerintah memaksakan yang namanya ruang hidupnya akan hilang tentunya akan mempertahankan lahan garapan yang sudah dikerjakan puluhan tahun masyarakat tidak akan mau diam saja,” tuturnya.
Ia melanjutkan, “namun kami tidak menginginkan seperti itu, mudah-mudahan ketika ada RDP menemui solusi,” ucap Pembina KOMPI H.Juhadi usai Audiensi.
Kordum KOMPI, Hatta, menilai sikap Bupati Indramayu dianggap tidak maksimal berpihak kepada KOMPI.
“Saya mendukung pemerintahan Bupati berbicara kepusat, rakyat Indramayu menolak dengan fakta ribuan rakyat akan demo pada Kamis, dalam MoU ada kekeliruan menerapkan regulasinya,” tegas Hatta dengan sikap tegas.
Kordum KOMPI Indramayu, Hatta, menambahkan dalam audiensi di Pendopo, dari pihak lain juga ada perkataan tidak pantas dengan nada keras.
“Ada tindakan intimidasi dan menyakitkan bagi kami dari Kasdim, lu jual saya beli, rakyat tidak akan diam dan akan melawan,” Kata Hatta, dengan nada tegas.
(Toro)




















