INDRAMAYU-Gerbang lnvestigasi.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang produktif melalui pelaksanaan panen padi perdana Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pertanian Lapas seluas 6.425 meter persegi sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen perdana pada tahun ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), serta Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja). Kehadiran jajaran pejabat struktural tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan berbasis keterampilan dan pemberdayaan warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan panen melibatkan 5 (lima) orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah memperoleh pembinaan dan pelatihan di bidang pertanian. Dengan pendampingan petugas, para warga binaan berperan aktif mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen.
Dari hasil panen perdana tersebut, diperoleh gabah basah sebanyak kurang lebih 4 (empat) ton. Hasil tersebut merupakan capaian dari pelaksanaan program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang selama ini menjadi wadah pembinaan kemandirian bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata program pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan kompetensi dan produktivitas warga binaan.
”Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi kontribusi nyata Lapas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Berthoni.
Lebih lanjut, pelaksanaan panen perdana ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas program pertanian yang telah dijalankan. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan produktif yang tersedia di lingkungan Lapas sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi proses pembinaan maupun peningkatan produktivitas.
Melalui berbagai program pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Indramayu terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, humanis, serta berorientasi pada pembentukan warga binaan yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
(Toro)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















