INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan. Pada Senin (16/3/2026), sebanyak 13 Warga Binaan dipindahkan ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung dan Lapas Kelas IIA Banceuy.
Pemindahan ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan bagian dari upaya Lapas Indramayu dalam mengurai kondisi overcrowding sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kekhusyukan bulan Ramadhan, proses pemindahan dilakukan dengan tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat serta pendekatan humanis, mengingat para wargabinaan tengah menjalankan ibadah puasa.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam arahannya kepada para WBP menyampaikan bahwa pemindahan ini merupakan bagian dari penataan organisasi sekaligus kesempatan bagi warga binaan untuk memulai lembaran baru.
“Pemindahan ini adalah bagian dari penataan organisasi, namun bagi kalian anggaplah ini sebagai momentum hijrah di bulan Ramadhan. Di tempat yang baru nanti, jadikan setiap detik puasa dan ibadah sebagai sarana memperbaiki diri. Teruslah membina diri menjadi insan yang lebih baik, baik di Lapas Banceuy maupun di LPP Bandung,” tegasnya.
Senada dengan Kalapas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Indramayu, Habibie Agusman, menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses pemindahan tersebut.
“Kami memastikan proses mutasi ini berjalan kondusif tanpa mengganggu ibadah para wargabinaan. Petugas telah melakukan pemeriksaan fisik serta penggeledahan barang secara teliti sebelum keberangkatan. Saya instruksikan kepada seluruh tim pengawal untuk tetap waspada namun tetap santun. Ingat, kita sedang menjalankan tugas negara di bulan yang mulia, jaga integritas dan pastikan semua berjalan lancar,” ujar Habibie.
Di bawah pengawasan ketat petugas Lapas dan dukungan personel kepolisian, perjalanan menuju Lapas Perempuan Bandung dan Lapas Banceuy berlangsung aman dan tertib. Setibanya di lokasi tujuan, dilakukan proses serah terima berkas administrasi, rekam medis, serta barang milik wargabinaan secara transparan dan akuntabel kepada pihak lapas penerima.
Dengan selesainya pemindahan 13 wargabinaan tersebut, Lapas Indramayu kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan hunian yang lebih ideal dan kondusif. Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih optimal bagi pelaksanaan program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan yang masih menjalani masa pidana di Lapas Indramayu.
(Toro)




















