Yogya Toserba Akui Sayuran Hidroponik Lapas Indramayu Penuhi Standar Supermarket

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com

Sayuran hidroponik hasil pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu kini semakin menunjukkan daya saingnya di pasar modern. Produk yang dibudidayakan bersama warga binaan tersebut dinilai telah memenuhi standar kualitas supermarket dan berpeluang memperluas pemasaran melalui Yogya Toserba Indramayu.

CO Marketing Yogya Toserba Indramayu, Sigit, menyebut kualitas sayuran hidroponik produksi Lapas Indramayu sudah masuk kategori grade A. (16/5/26)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara produk, sayuran dari Lapas sudah grade A dan layak masuk ke supermarket. Kualitasnya sangat baik dan pasokannya juga cukup menjanjikan,” ujar Sigit.

Menurutnya, kerja sama dengan Lapas memiliki nilai strategis karena mampu menjamin ketersediaan pasokan, terutama pada periode hari besar seperti Lebaran dan Iduladha ketika banyak pemasok lain menghentikan operasional.

“Ketika supplier lain libur, Lapas tetap beroperasi. Ini sangat membantu kami untuk menjaga ketersediaan stok sayuran segar,” katanya.

SPP Fresh Yogya Toserba Indramayu, Bayu, menambahkan bahwa produk hidroponik Lapas memiliki keunggulan dari sisi kesegaran dan kuantitas isi. Dalam kemasan dengan harga yang sama, produk Lapas berisi sekitar 250 gram, lebih banyak dibanding produk sejenis yang umumnya hanya 200 gram.

“Produk dari Lapas sangat bagus. Selain lebih segar, isi per kemasannya juga lebih banyak,” kata Bayu.

Ia mengungkapkan minat konsumen terhadap sayuran hidroponik cukup tinggi karena masyarakat semakin memperhatikan kualitas, kebersihan, dan tampilan produk.

Baca Juga:  Hoaks “BPN Tanah Gratis” Beredar di TikTok, Kementerian ATR/BPN Imbau Masyarakat Waspada

“Respons masyarakat bagus. Konsumen tertarik pada produk yang segar, berkualitas, dan konsisten,” ujarnya.

Bayu juga melihat peluang pengembangan melalui penambahan komoditas seperti pakcoy muda, bayam merah, dan daun ketumbar yang masih jarang tersedia di pasar modern.

“Kami ingin mengoptimalkan kerja sama dengan Lapas. Kalau variannya bertambah, minat konsumen tentu akan semakin meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Indramayu, Apudin, menjelaskan bahwa keberhasilan menghasilkan sayuran hidroponik berkualitas merupakan hasil riset dan uji coba yang berlangsung selama empat tahun.

“Dibutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk menemukan formula pupuk yang tepat sehingga kami dapat menghasilkan sayuran hidroponik berkualitas yang memenuhi standar supermarket,” ucap Apudin.

Ia menuturkan bahwa program hidroponik tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan yang terlibat langsung dalam seluruh proses budidaya.

“Warga binaan ikut terlibat langsung dalam proses penanaman hidroponik ini. Selain menghasilkan produk berkualitas, kegiatan ini juga membekali mereka dengan keterampilan yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, Lapas Indramayu berencana memperluas lahan hidroponik agar kapasitas produksi semakin besar dan lebih banyak sayuran dapat dipasarkan ke supermarket.

(Toro)

Berita Terkait

Kuasa Hukum Terdakwa Toni RM: Ririn Tidak Mengetahui Ada Pembunuhan Maupun Proses Penguburan
Lapas Indramayu Hadirkan Layanan Video Call untuk Warga Binaan melalui Wartelsus
Sentuhan Humanis Polisi di Tengah Aksi, Personel Polresta Pati Dampingi Peserta yang Kelelahan
Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut
Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Rajut Harapan Baru, Warga Binaan Wanita Lapas Indramayu Dibekali Keterampilan Usaha Kreatif
Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:02

Yogya Toserba Akui Sayuran Hidroponik Lapas Indramayu Penuhi Standar Supermarket

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:31

Kuasa Hukum Terdakwa Toni RM: Ririn Tidak Mengetahui Ada Pembunuhan Maupun Proses Penguburan

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:46

Lapas Indramayu Hadirkan Layanan Video Call untuk Warga Binaan melalui Wartelsus

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:38

Sentuhan Humanis Polisi di Tengah Aksi, Personel Polresta Pati Dampingi Peserta yang Kelelahan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:10

Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:30

Rajut Harapan Baru, Warga Binaan Wanita Lapas Indramayu Dibekali Keterampilan Usaha Kreatif

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:46

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:44

Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Berita Terbaru