INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan vaksinasi flu burung terhadap 186 Ekor ayam petelur di lingkungan lapas, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di kandang ternak ayam petelur Lapas Indramayu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung program kemandirian pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Vaksinasi dilakukan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu. Sebanyak tiga orang tim vaksinator dari Pusat Kesehatan Hewan diterjunkan dalam kegiatan ini, yakni drh. Titin, drh. Reno, dan Sihwaluyo.
Mereka melakukan penyuntikan vaksin flu burung kepada 186 ekor ayam petelur guna meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang dapat mengganggu produktivitas.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait ketahanan dan kemandirian pangan.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga mendukung visi misi Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan,” kata Berthoni.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Dengan terlibat langsung dalam pengelolaan peternakan, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Kami ingin warga binaan mendapatkan bekal keterampilan yang nyata. Peternakan ayam petelur ini menjadi sarana pembelajaran yang produktif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” tambahnya.
Lebih lanjut, Berthoni menegaskan bahwa sinergi antara Lapas Indramayu dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembinaan yang berdampak langsung bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan vaksinasi ini, Lapas Indramayu berharap kesehatan ternak tetap terjaga, produktivitas meningkat, serta program pembinaan kemandirian dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.




















