PURWOREJO — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kutoarjo turut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda berkarakter melalui kegiatan pembekalan leadership bagi 108 siswa SMK Negeri 7 Purworejo yang tergabung dalam kegiatan OSIS, Rohani Islam (Rohis), dan Palang Merah Remaja (PMR), Jum’at, (18/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk memperkuat wawasan kepemimpinan sekaligus membangun karakter sebagai calon pemimpin di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pelaksanaan kegiatan didampingi langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 7 Purworejo, R. David Purba Irawan, S.Pd., yang memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi siswa sebagai calon-calon leader dengan melibatkan berbagai stakeholder, salah satunya LPKA Kelas 1 Kutoarjo.
Secara terpisah, Kepala LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Fery Berthoni, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan LPKA dalam memberikan edukasi kepada pelajar merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter, wawasan, dan kemampuan membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi leadership disampaikan oleh Kepala Subseksi Pendidikan dan Latihan Keterampilan (Diklatket) LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Dedy Winarto, S.Pt., M.Si. Dalam paparannya, siswa diajak memahami berbagai aspek kepemimpinan, mulai dari karakter seorang leader, tipe-tipe leadership, hingga teori kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya berbicara mengenai kemampuan memimpin orang lain, materi juga diarahkan pada kemampuan memimpin diri sendiri. Para siswa diajak memahami bahwa seorang pemimpin membutuhkan integritas, tanggung jawab, disiplin, komunikasi yang baik, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian menghadapi tantangan.
Menariknya, pembekalan juga dikaitkan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Dedy mengingatkan para siswa mengenai bahaya love scam dan berbagai bentuk penipuan online yang dapat menyasar siapa saja, termasuk kalangan pelajar.
“Menjadi siswa cerdas bukan hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu mengenali risiko, berpikir kritis, menjaga diri, dan tidak mudah percaya terhadap bujuk rayu maupun informasi yang belum terbukti kebenarannya. Generasi penerus bangsa harus mampu membentengi dirinya di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat,” ujar Dedy.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan para siswa selama kegiatan berlangsung karena diselingi game menarik tentang leadership. Bagi peserta yang tergabung dalam OSIS, Rohis, dan PMR, pembekalan tersebut menjadi bekal penting untuk menjalankan peran organisasi sekaligus belajar menjadi pemimpin yang mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan dan edukasi tidak hanya berlangsung di dalam lingkungan satuan pendidikan maupun pemasyarakatan. Kolaborasi antara sekolah dan stakeholder menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih luas, sehingga siswa tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga karakter, kecakapan sosial, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.
Melalui sinergi tersebut, LPKA Kelas 1 Kutoarjo terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Sebab, membangun generasi yang berkarakter bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemimpin hari ini, tetapi tentang bagaimana menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu memimpin dirinya, lingkungannya, dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
#Kemenimipas
#Guarddanguide
#Infoimipas
#Ditjenpas
#Pemasyarakatan
#LPKAKutoarjo
#Pemasyarakatanbermanfaat
#Pemasyarakatanjateng
#Lkitaberteman
#Pdkjateng
#SMKN7Purworejo
#Jawatengah
#Purworejo
#Kutoarjo
@Ditjenpas
@Pemasyarakatanjateng
@Mardisantoso_27




















