INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Lapas Kelas IIB Indramayu terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya di blok wanita. Selain keterampilan kemandirian seperti pembuatan roti, kue kering, snack box, laundry, pertanian, merajut, hingga anyaman eceng gondok, Lapas Indramayu juga menyelenggarakan pembinaan kerohanian berupa kegiatan pengajian dan belajar mengaji.
Kegiatan pengajian yang berlangsung sejak September hingga Desember 2025 ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas IIB Indramayu dengan Kementerian Agama Kabupaten Indramayu. Seluruh warga binaan wanita mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan seminggu sekali, setiap hari Kamis, di blok wanita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menjelaskan bahwa program kerohanian menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan.
“Pembinaan keagamaan ini kami selenggarakan sebagai upaya memperkuat iman, meningkatkan akhlak, serta menambah pemahaman warga binaan tentang ilmu agama. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter yang lebih baik selama mereka menjalani masa pidana,” ujar Berthoni.
Materi kegiatan meliputi, Belajar mengaji Iqro dan Al-Qur’an, tata cara sholat, tausiyah dan penguatan pemahaman agama di blok wanita.
Setiap minggunya, penceramah dari Kementerian Agama hadir secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Seluruh kegiatan didampingi langsung oleh petugas blok wanita, sehingga pelaksanaannya berjalan tertib dan kondusif.
Berthoni menambahkan bahwa pembinaan kerohanian menjadi pondasi penting bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
“Kami ingin memberikan bekal moral dan spiritual yang kuat agar mereka lebih siap saat bebas nanti. Pembinaan seperti ini akan terus kami tingkatkan demi mewujudkan warga binaan yang lebih berdaya dan berakhlak baik,” tutupnya.
Dengan adanya program ini, Lapas Indramayu berharap warga binaan wanita dapat mengembangkan karakter positif sekaligus memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih mendalam sebagai bagian dari proses pembinaan menyeluruh.
(Toro)





















