Lapas Indramayu Cetak Warga Binaan Mandiri Melalui Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 10:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com

Lapas Kelas IIB Indramayu melalui Sub Seksi Kegiatan Kerja terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan budidaya jamur tiram sebagai bekal keterampilan usaha yang produktif, aplikatif, dan bernilai ekonomis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (06/07/2026).

Dalam kegiatan ini, Warga Binaan mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar budidaya jamur tiram, mulai dari pengenalan media tanam, teknik perawatan, hingga tata cara pemanenan. Melalui pembinaan tersebut, Warga Binaan diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung proses budidaya jamur tiram secara baik dan benar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu media tanam yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah baglog, yaitu media yang terbuat dari campuran serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Baglog tersebut kemudian ditempatkan di dalam kumbung dengan penataan sesuai standar budidaya agar pertumbuhan jamur berlangsung optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Selain penempatan baglog, Warga Binaan juga memperoleh pembinaan mengenai teknik perawatan jamur tiram, meliputi pengaturan suhu dan kelembapan kumbung, penyiraman, sanitasi lingkungan, pencegahan hama dan penyakit, hingga teknik pemanenan yang tepat.

Kegiatan penempatan baglog dan pembinaan budidaya jamur tiram tersebut dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan karena memberikan bekal nyata yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

Baca Juga:  Tidak Hanya Hukum, Lapas Indramayu Prioritaskan Pembinaan Moral dan Keagamaan

“Melalui kegiatan budidaya jamur tiram ini, kami berharap Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memperoleh keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Berthoni.

Menurutnya, budidaya jamur tiram dipilih karena relatif mudah dipelajari, memiliki peluang usaha yang menjanjikan, serta dapat dijalankan dengan modal yang terjangkau.

“Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki peluang untuk membuka usaha sendiri, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus mengurangi risiko mengulangi tindak pidana,” tambahnya.

Berthoni menegaskan bahwa Lapas Indramayu akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian Warga Binaan.

“Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mempersiapkan Warga Binaan agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap Warga Binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam budidaya jamur tiram, sehingga mampu menumbuhkan semangat produktif, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.

(Toro)

Berita Terkait

KADIN Kabupaten Indramayu Sinergi Dengan Pemda Disegala Hal Khususnya dunia ekonomi dan bisnis
Semangat Mengabdi Warnai Suasana Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN
Perlindungan Warisan Masyarakat Adat Kabupaten Buton Diperkuat melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat
Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang
Bangun Kedaulatan Pangan Nasional, Kementerian ATR/BPN Targetkan 87% LBS Jadi LP2B
Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat, Bekali Masyarakat Hukum Adat Buton Selatan Soal Tahapan Sertipikasi
Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:30

Lapas Indramayu Cetak Warga Binaan Mandiri Melalui Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

Senin, 6 Juli 2026 - 07:21

KADIN Kabupaten Indramayu Sinergi Dengan Pemda Disegala Hal Khususnya dunia ekonomi dan bisnis

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:36

Semangat Mengabdi Warnai Suasana Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:34

Perlindungan Warisan Masyarakat Adat Kabupaten Buton Diperkuat melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:29

Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:26

Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat, Bekali Masyarakat Hukum Adat Buton Selatan Soal Tahapan Sertipikasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:24

Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:20

Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya

Berita Terbaru