INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar acara pisah sambut Kepala Lapas dan sejumlah pejabat struktural di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum perpisahan bagi Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Fery Berthoni bersama sejumlah pejabat struktural yang mendapat amanah di tempat tugas baru, sekaligus menyambut pejabat baru yang akan melanjutkan kepemimpinan dan program pembinaan di Lapas Indramayu.
Fery Berthoni mendapat amanah sebagai Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo. Sementara itu, Habibi Agusman menjadi Ka KPLP, Andi Yuvi Hardiananto berpindah tugas ke Lapas Kelas IIA Karawang sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha, dan Pebri Pajar Sudrajat ke Lapas Kelas IIB Majalengka sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha.
Dalam sambutannya, Fery Berthoni menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu tahun enam bulan bertugas di Indramayu, Lapas bukan lagi sekadar tempat bekerja, melainkan telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Ia mengenang saat pertama kali datang ke Lapas Indramayu pada 14 Februari 2025 sebagai orang baru dengan beban tugas, tanggung jawab, dan target yang harus dicapai.
“Seorang pemimpin harus bisa diterima, harus bisa membangun kepercayaan, harus bisa membangun kebersamaan. Dan ternyata hari ini saya mendapatkan jawabannya. Alhamdulillah saya diterima bukan hanya sebagai Kepala Lapas, tetapi saya merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Lapas Indramayu,” kata Berthoni.
Menurutnya, berbagai capaian dan program yang dijalankan selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran. Berbagai program pembinaan, kemandirian warga binaan, ketahanan pangan, pengembangan produk hasil karya warga binaan hingga kerja sama dengan berbagai pihak, kata dia, tidak mungkin terlaksana tanpa kekompakan seluruh jajaran Lapas Indramayu.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan, sikap maupun keputusan yang membuat tidak nyaman.
Ia mengakui terdapat berbagai dinamika selama menjalankan kepemimpinan, termasuk perbedaan pendapat, teguran hingga tuntutan pekerjaan yang terkadang terasa berat.
“Untuk semuanya itu, saya mohon maaf. Kepada para pejabat struktural, kepada seluruh petugas, kepada warga binaan, kepada rekan-rekan yang mungkin pernah saya tegur, kepada siapa pun yang mungkin pernah merasa kurang nyaman karena sikap atau perkataan saya, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Berthoni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, Forkopimda, organisasi masyarakat, media, lembaga pendidikan serta seluruh mitra yang selama ini mendukung program Lapas Indramayu.
Ia menegaskan, keberadaan Lapas tidak dapat dipisahkan dari sinergi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
“Tembok boleh tinggi, pagar boleh kuat, tetapi pembinaan harus tetap membuka pintu kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kemudian, ia berpesan kepada Kepala Lapas Indramayu yang baru agar menjaga kekompakan jajaran dan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan.
“Saya titip Lapas Indramayu kepada Bapak. Karena tempat ini memiliki orang-orang hebat. Jaga mereka, rangkul mereka, dengarkan mereka, dan bangun kebersamaan,” pesannya.
Berthoni menutup sambutannya dengan pesan bahwa perpindahan tugas bukanlah akhir dari hubungan dan silaturahmi.
“Saya tidak ingin mengatakan selamat tinggal. Saya lebih ingin mengatakan, sampai bertemu kembali. Perpisahan bukan akhir dari sebuah hubungan, perpisahan hanya mengubah cara kita bertemu,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu yang baru, Aramichi Renggalih yang sebelumnya bertugas sebagai Ka KPLP Lapas Kelas I Sukamiskin, dalam sambutannya memperkenalkan diri sekaligus memohon dukungan seluruh jajaran dan pemangku kepentingan di Kabupaten Indramayu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Fery Berthoni yang dinilainya telah membawa perkembangan positif bagi Lapas Kelas IIB Indramayu.
“Apa yang sudah digoreskan, yang dilakukan oleh Bapak akan kami teruskan, akan kami tingkatkan semampu kami, sekuat kami,” katanya.
Aramichi juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruh unsur Forkopimda dalam menjalankan tugas. Menurutnya, Lapas tidak dapat bekerja sendiri sehingga sinergi dan koordinasi dengan berbagai pihak menjadi hal penting.
“Kami mohon kami bisa diterima di sini melaksanakan tugas. Mudah-mudahan kami bertiga bisa diterima di sini menjadi yang bermanfaat, khususnya Lapas Kelas IIB Indramayu, mungkin bisa lebih luas lagi di Kabupaten Indramayu,” pungkasnya.
(Toro)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















