INDRAMAYU-Gerbang lnvestigasi.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berupaya meningkatkan keterampilan dan kreativitas warga binaan melalui kegiatan pelatihan kerajinan berbahan dasar eceng gondok (10/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan difokuskan pada pembuatan kerajinan kotak tisu berbahan eceng gondok. Warga binaan diberikan pembelajaran mengenai teknik pengolahan dan perangkaian bahan hingga menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna serta daya tarik.
Pelatih dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pelatihan kali ini secara khusus diarahkan pada pembuatan kotak tisu. Bahan baku yang digunakan merupakan eceng gondok pilihan yang telah diseleksi untuk memastikan kualitas bahan dan mendukung hasil kerajinan yang rapi serta berkualitas.
“Dalam pelatihan ini, kami memfokuskan pada pembuatan kotak tisu dari eceng gondok. Bahan yang digunakan merupakan eceng gondok pilihan yang telah melalui proses seleksi, sehingga diharapkan dapat menghasilkan kerajinan yang kuat, rapi, dan memiliki nilai estetika. Kami juga membimbing warga binaan agar memahami setiap tahapan pembuatan dengan baik,” ungkap pelatih.
Melalui kegiatan ini, warga binaan didorong untuk mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan keterampilan dalam menghasilkan produk kerajinan. Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku juga menjadi salah satu upaya untuk mengolah bahan alam menjadi produk yang bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai jual.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan merupakan bagian penting dari pembinaan yang diberikan kepada warga binaan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga binaan dapat mengembangkan potensi diri, meningkatkan kreativitas, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” ujar Aramichi.
Lapas Kelas IIB Indramayu berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Diharapkan, keterampilan kerajinan eceng gondok ini dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha serta mendukung proses reintegrasi sosial setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.
(Toro)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















