INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Sebuah tuduhan nikah siri antara seorang guru dan kepala sekolah di sebuah lembaga pendidikan tengah beredar di media sosial.
Tuduhan tersebut menyebut nama kepala sekolah dan nama sekolah tempat keduanya bekerja. Kedua pihak yang dituduh tegas membantah dan menyatakan hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam klarifikasi, Nur Faizah, menjelaskan bahwa dirinya dan kepala sekolah murni rekan kerja. Dalam hal itu disaksikan langsung oleh rekan kerja Sunaryo, Sukma Ajiwiguna serta tetangga rumah Sun. pada Kamis, (30/7/26)
“Itu nggak ada ya namanya nikah siri. Kita itu pyur emang rekan kerja aja. Dia kepala sekolah dan saya gurunya, dan kami tidak pernah melakukan nikah siri,” tegasnya.
Menurutnya tuduhan itu berasal dari Suwarjono Suherman, mantan suami yang telah lama bercerai sekitar tahun 2015.
Mantan suami tersebut disebut sering mengejar-ngejar dirinya, bahkan setelah mereka bercerai.
“Dia itu selama ini mengejar-ngejar saya terus, sering main ke rumah saya, makanya saya dituduh selingkuh,” ujarnya.
Akibat seringnya mantan suami datang, Ia menyebutkan hubungan rumah tangganya dengan suami sebelumnya yang bekerja di Taiwan sempat retak hingga berujung perceraian.
Lebih jauh, mantan suami tersebut diduga mengambil foto-foto dirinya dari Facebook, mengeditnya, lalu menyebarkannya di media sosial, termasuk TikTok.
Ada pula foto yang dicrop dan ditempelkan seolah-olah ada di buku nikah bersama sang mantan.
“Hampir semua foto saya itu dia ambil dan dia edit bersama dengan fotonya sendiri, bahkan ada foto saya yang diedit sama dia itu di buku nikah,” katanya.
Postingan tersebut baru-baru ini diunggah meski peristiwa terkait sudah berlangsung lama.
Kepala sekolah yang juga disebut namanya dalam tuduhan itu turut memberikan klarifikasi.
Kepala Sekolah SDN Panyingkiran Lor, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, menegaskan tidak ada hubungan apa pun selain rekan kerja.
“Saya jawab tidak ada hubungan, bahkan jangankan Kekasih hubungan pun tidak ada. Hanya sebatas kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa absensi di kantor pada waktu libur merupakan kewajiban bersama, termasuk rekan-rekan lain, bukan hanya dengan guru yang bersangkutan.
Istri kepala sekolah Kholifah, juga merasa keberatan atas isu yang beredar. Ia menyatakan terganggu dan mendukung klarifikasi bahwa hubungan suami dengan guru tersebut semata-mata hubungan profesional.
Baik guru maupun kepala sekolah menyatakan isu ini sudah sangat meresahkan dan mencatut nama lembaga.
Mereka berharap postingan terkait segera dihapus dan segera meminta maaf. Jika tidak, pihak yang merasa dirugikan akan melaporkan perkara ini kepada pihak berwenang.
(Toro)




















