Gerbanginvestigasi.com
Lasem, 4 Februari 2026 – Suasana Rumah Merah Lasem pada hari Rabu terasa berbeda. Tempat bersejarah yang sarat nilai budaya itu kedatangan tamu istimewa, Ketua Bhayangkari Cabang Rembang, Ny. Yossy Faisal. Didampingi para siswi KB dan TK Kemala Bhayangkari 48 serta 49 Rembang, istri Kapolres Rembang ini mengajak anak-anak untuk mengenal lebih dekat warisan budaya bangsa: membatik.
Sentuhan Kecil, Makna Besar
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk field trip “Tangan Kecil Berkarya” menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Dengan penuh ceria dan antusias, mereka mencoba menorehkan malam di atas kain, belajar mengenal pola, serta merasakan proses kreatif yang selama ini dijalani para pengrajin batik Lasem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pengrajin yang sebagian besar sudah lanjut usia menyambut kegiatan ini dengan hangat. “Ini angin segar bagi kami. Harapan besar muncul agar generasi muda kelak bisa melanjutkan tradisi batik dengan kreativitas sesuai perkembangan zaman,” ungkap Mbak Parmi, salah satu pengrajin batik Lasem.
Momen Haru dan Kebersamaan
Kegiatan ini bahkan menyentuh hati seorang pensiunan jenderal yang hadir, hingga menitihkan air mata karena terharu melihat semangat anak-anak mengenal budaya. Kehangatan semakin terasa ketika Irjen Pol (Pur) Pudji Hartanto, mantan Kakorlantas Polri, turut memberikan hiburan dengan menyanyikan lagu anak-anak “Di Sini Senang, Di Sana Senang”. Tawa riang pun pecah, menambah keceriaan hari itu.
Komitmen Melestarikan Warisan
Batik bukan sekadar kain, melainkan warisan luhur nenek moyang yang harus dijaga bersama. Kehadiran Ny. Yossy Faisal dan Bhayangkari Cabang Rembang menjadi teladan nyata bahwa mengenalkan budaya sejak dini adalah langkah penting untuk memastikan batik tetap hidup di hati generasi penerus.
“Terima kasih kepada Ibu Yossy yang telah memberi contoh betapa pentingnya menanamkan cinta budaya kepada anak-anak sejak usia dini,” ujar salah satu pengrajin dengan penuh haru.
Salam Budaya
Kunjungan ini bukan hanya sekadar acara, melainkan sebuah pesan kuat: budaya adalah identitas bangsa. Dengan komitmen bersama, batik Lasem akan terus berdenyut, diwariskan dari tangan tua ke tangan muda, dari generasi ke generasi.
_*Salam budaya Indonesia – mari bersama menjaga dan merawat warisan yang*_ tak ternilai ini.
( Hms)





















