“Sengketa Lahan Kantor Kelurahan dan Puskesmas di Kota Bandung Memanas, Ahli Waris Rencanakan Penggembokan Pada Tanggal 8 Oktober 2025 ?!”

- Penulis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 11:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Bandung – Polemik tanah seluas 5.770 meter persegi di Jalan Sukagalih II Blok Cibarengkok, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung kembali memanas. Lahan yang saat ini berdiri Kantor Kelurahan Cipedes dan Puskesmas Sukajadi tersebut diklaim sebagai milik ahli waris Rd. Kartawinata berdasarkan dokumen Persil 123 Kohir No. 1451.

Kuasa Pengurus Tim 8, Muhammad Hasbi, menyampaikan bahwa selama lebih dari satu tahun tidak ada kejelasan dari Pemerintah Kota Bandung terkait status kepemilikan lahan. Bahkan, menurutnya, tak satu pun pejabat Pemkot berani menunjukkan dokumen kepemilikan sah yang bisa menjadi dasar berdirinya bangunan kantor pemerintah diatas tanah tersebut.

Kalau pemerintah tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, jangan salahkan kami kalau melakukan penyegelan. Kami punya data dan bukti kuat dari ahli waris,” tegas M. Hasbi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ribuan Warga Terancam Tidak Terlayani

Persoalan ini semakin pelik karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Data dari Puskesmas Sukajadi mencatat, rata-rata 400 hingga 700 warga berobat setiap harinya. Jika terjadi penyegelan, dikhawatirkan muncul bencana kemanusiaan berupa terhentinya layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.

Dalam rapat koordinasi tanggal 27 Agustus 2024 lalu, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung juga telah menyampaikan risiko serius jika sengketa ini tidak segera diselesaikan.

Kritik Keras Terhadap Pemkot Bandung

Muhammad Hasbi menilai, sikap diam Pemkot Bandung hanya memperburuk situasi. Ia menegaskan, sudah ada perintah langsung dari Wali Kota Bandung tertanggal 22 September 2025 kepada DPKAD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Bandung untuk menindaklanjuti persoalan ini, namun hingga kini belum ada respons berarti. “Pemerintah Kota Bandung terkesan menutup-nutupi. Janji ada pertemuan membahas tanah ahli waris tidak pernah terealisasi. Padahal masalah ini jelas menyangkut hak warga negara dan pelayanan publik,” ujarnya.

Tuntutan Utama: Transparansi dan Kepastian Hukum

Kuasa Pengurus Tim 8 mendesak Pemkot Bandung, termasuk Wali Kota dan jajaran terkait, untuk segera melakukan sosialisasi resmi kepada warga serta membuka data kepemilikan tanah secara transparan. Jika tidak, potensi penyegelan gedung Puskesmas dan Kelurahan Cipedes semakin nyata.

Baca Juga:  Jadi Jembatan Dialog Soal Pertanahan dan Tata Ruang, Wamen Ossy Ajak Publik Kunjungi _Booth_ ATR/BPN di ICI 2025

Sengketa lahan yang telah berlangsung puluhan tahun ini kini bukan lagi sekadar masalah administratif, tetapi menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas. Bersambung ***

Dikutip dari Poros Media.com

RED

Catatan Redaksi : Berikut adalah ringkasan berita polemik lahan Kelurahan Cipedes dan Puskesmas Sukajadi dalam bentuk poin-poin penting:

Sengketa Lahan Kantor Kelurahan dan Puskesmas di Bandung Memanas, Warga Terancam Tak Terlayani

Lokasi & Objek Sengketa

Luas Lahan: 5.770 meter persegi

Lokasi: Jalan Sukagalih II Blok Cibarengkok, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung

Bangunan: Kantor Kelurahan Cipedes dan Puskesmas Sukajadi

Pihak yang Mengklaim

Ahli Waris: Keturunan Rd. Kartawinata

Dasar Klaim: Dokumen Persil 123 Kohir No. 1451

Perwakilan Kuasa: Muhammad Hasbi (Tim 8)

Masalah Utama

Pemerintah Kota Bandung belum bisa menunjukkan bukti sah kepemilikan atas lahan.

Tim ahli waris mengancam akan melakukan penyegelan terhadap gedung Kelurahan dan Puskesmas.

Sengketa ini telah berlangsung puluhan tahun tanpa kejelasan hukum.

Dampak Potensial

Layanan publik terancam lumpuh:

Sekitar 400–700 warga perhari mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Sukajadi.

Potensi muncul “Bencana Kemanusiaan” jika layanan terhenti.

Sikap Pemerintah Kota Bandung

Belum ada kejelasan atau respons berarti meskipun:

Sudah ada perintah Wali Kota tertanggal 22 September 2025 kepada DPKAD untuk menindaklanjuti kasus.

Rapat koordinasi terakhir dilakukan pada 27 Agustus 2024 dengan Dinas Kesehatan.

Tuntutan Tim 8 / Ahli Waris

Transparansi: Data kepemilikan tanah harus dibuka ke publik.

Sosialisasi resmi kepada warga.

Kepastian hukum terkait status lahan.

Kritik : Tim 8 menilai Pemkot Bandung pasif dan tidak transparan, bahkan diduga menutup-nutupi persoalan ini.

Kesimpulan

Sengketa lahan ini telah berkembang dari masalah administratif menjadi krisis pelayanan publik. Jika tidak segera diselesaikan secara hukum dan administratif, penyegelan fasilitas publik bisa berdampak besar bagi ribuan warga

( team)

Berita Terkait

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal
Beri Pengarahan Soal Layanan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Menteri Nusron: Gunakan Sudut Pandang Masyarakat
Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, TNI Bersama Lintas Sektor Bergerak Bantu Warga Pasekan
Herman Khaeron: Pemerintah Dorong Penguatan UMKM melalui Akses Permodalan, Tata Kelola Keuangan, dan Digitalisasi
Rakor Bersama Pemda Se-NTT, Menteri Nusron Minta Dukungan Kepala Daerah Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Kementerian ATR/BPN, KPK, dan Pemda Jawa Barat Sepakati Kerja Sama dalam Upaya Pencegahan Korupsi serta Penguatan Ekonomi Daerah
Buka Ujian PPAT 2026, Wamen Ossy: Memastikan Layanan Pertanahan dari PPAT yang Kompeten, Profesional dan Berintegritas
Menteri ATR/Kepala BPN: Pengukuran Terjadwal Sudah Berlaku di 400 Kantor Pertanahan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:20

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:19

Beri Pengarahan Soal Layanan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Menteri Nusron: Gunakan Sudut Pandang Masyarakat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:33

Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, TNI Bersama Lintas Sektor Bergerak Bantu Warga Pasekan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:36

Herman Khaeron: Pemerintah Dorong Penguatan UMKM melalui Akses Permodalan, Tata Kelola Keuangan, dan Digitalisasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:51

Rakor Bersama Pemda Se-NTT, Menteri Nusron Minta Dukungan Kepala Daerah Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:49

Buka Ujian PPAT 2026, Wamen Ossy: Memastikan Layanan Pertanahan dari PPAT yang Kompeten, Profesional dan Berintegritas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:48

Menteri ATR/Kepala BPN: Pengukuran Terjadwal Sudah Berlaku di 400 Kantor Pertanahan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:46

Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Beregu Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026

Berita Terbaru