Ruslandi: Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Paoman, Eksepsi Belum Menyentuh Substansi Penting

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com

Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu kembali digelar pada Rabu (4/3/2026). Dalam perkara yang menewaskan lima orang korban tersebut, sejumlah fakta baru muncul dari keterangan terdakwa Prio di hadapan majelis hakim.

Menanggapi jalannya persidangan, penasihat hukum terdakwa, H. Ruslandi, S.H., menilai eksepsi yang diajukan oleh tim penasihat hukum lain dalam perkara tersebut belum menyentuh substansi penting yang justru muncul dalam persidangan. Hal itu disampaikan Ruslandi pada Kamis (5/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ruslandi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang ia pimpin tidak mengajukan eksepsi atau perlawanan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Namun, eksepsi yang diajukan pihak lain dinilai masih bersifat normatif dan belum mengarah pada upaya membongkar fakta baru yang disampaikan terdakwa di persidangan.

“Kalau melihat apa yang diungkapkan terdakwa (Pr) di persidangan, sebenarnya ada beberapa nama lain yang disebut lebih dominan melakukan penganiayaan dan pembunuhan. Seharusnya, jika eksepsi itu bertujuan membongkar fakta yang belum diketahui JPU atau tidak masuk dalam dakwaan, maka bisa diajukan dalam bentuk eksepsi error in persona atau kurang pihak,” ujar Ruslandi.

Ia menjelaskan, eksepsi semestinya dapat meminta majelis hakim memerintahkan aparat penegak hukum untuk menelusuri dan mengembangkan nama-nama yang disebut terdakwa sebagai pihak yang turut terlibat dalam peristiwa tersebut.

Dalam persidangan, kata dia, terdakwa (Pr) menyebut beberapa nama seperti Aman (Yn) , (Jk) , (Fd) , dan (Ad). Menurut Ruslandi, nama-nama tersebut seharusnya menjadi bahan pengembangan dalam proses hukum.

“Eksepsi yang diajukan kemarin menurut saya kurang berbobot karena tidak meminta hakim untuk memerintahkan jaksa atau aparat penegak hukum menggali nama-nama itu. Seharusnya dalam petitumnya jelas diminta agar dilakukan pengembangan penyidikan,” katanya.

Ruslandi menilai eksepsi tersebut justru lebih menyerupai materi pembelaan atau pleidoi yang seharusnya disampaikan pada tahap akhir persidangan. Karena itu, ia menilai eksepsi tersebut tidak memberikan nilai strategis dalam mengungkap fakta baru.

Baca Juga:  Respons Cepat Petugas Lapas Indramayu Gagalkan Penyelundupan Sabu oleh Pengunjung

Meski demikian, pihaknya tetap mencermati keterangan terdakwa (Pr) yang menyebut adanya orang lain dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pengakuan tersebut tetap harus dihormati sebagai bagian dari hak hukum terdakwa, bahkan dapat dipandang sebagai bentuk pengungkapan fakta layaknya whistleblower atau justice collaborator.

Ruslandi juga mengaku baru mengetahui nama-nama tersebut saat persidangan berlangsung. Selama proses penyidikan sejak terdakwa ditangkap hingga perkara disidangkan, nama-nama tersebut belum pernah muncul.

“Kalau nama-nama itu sudah disebut sejak proses penyidikan, tentu saya akan menanyakan langsung kepada penyidik. Tapi faktanya baru muncul di persidangan,” ujarnya.

Ia berencana dalam waktu dekat mengunjungi terdakwa (Pr) di lembaga pemasyarakatan untuk menggali lebih jauh informasi tersebut.

Menurutnya, langkah itu penting mengingat perkara yang sedang disidangkan bukan kasus ringan, melainkan dugaan pembunuhan satu keluarga dengan jumlah korban lima orang.

“Ini bukan perkara sederhana. Kalau memang ada orang lain yang terlibat tetapi belum tersentuh hukum, tentu ini harus ditelusuri. Jangan sampai ada pelaku yang sebenarnya terlibat namun tidak dimintai pertanggungjawaban hukum,” kata Ruslandi.

(Pr) sendiri, lanjutnya, telah mengakui melakukan pemukulan yang berujung pada pembunuhan. Namun dalam keterangannya di persidangan, ia menyebut bahwa saat kejadian bukan (Rr) yang bersamanya, melainkan beberapa nama lain.

“Apakah benar orang-orang yang disebut itu ada dan terlibat, tentu harus dibuktikan. Di sisi lain, penyidik juga telah menetapkan dua orang sebagai pelaku berdasarkan alat bukti yang mereka miliki. Jadi semuanya harus diuji di persidangan,” ujarnya.

Ruslandi menegaskan, pihaknya akan terus menggali peran setiap pihak dalam proses pembuktian nanti, termasuk dengan menanyakan langsung keberadaan serta keterlibatan nama-nama yang disebut terdakwa.

“Dalam waktu dekat saya akan ke lapas untuk bertemu (Pr) dan menggali lebih jauh. Karena yang membuka fakta ini di persidangan adalah (Pr) sendiri,” pungkasnya.

(Toro)

Berita Terkait

Jelang Mudik 2026, Polres Indramayu Gelar Rakor Lintas Sektoral
Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
Kantor Pertanahan Kabupaten Blora Menghadiri Undangan Penganugerahan Satuan Kerja Berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani serta Wilayah Tertib Administrasi Berintegritas Tahun 2026
Kantor Pertanahan Kabupaten Blora Meraih Penghargaan Wilayah Tertib Administrasi Berintegritas Tahun 2026
Kantor Pertanahan Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan Pengukuran Penataan Batas di Desa Sukorejo
RAMADHAN 1447 H, SATLANTAS POLRESTA PATI AJAK MASYARAKAT SAHUR ON THE ROAD
Somasi LSM Harimau Berbuah Sanksi, Peran Kontrol Sosial Kian Disorot
Kasan Basari: Persepsi Negatif Masyarakat Tentang MBG Ada Kekeliruan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:10

Polres Rokan Hulu Salurkan Bansos Ramadhan untuk Panti Asuhan, Ghorim dan Kaum Duafa

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:47

Polres Rokan Hulu Gelar Lomba Balap Lari Malam Hari, Salurkan Energi Anak Muda ke Arah Positif

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:00

Polsek Ujungbatu Ungkap Peredaran Sabu 4,60 Gram, Dua Pengedar Ditangkap

Kamis, 26 Februari 2026 - 02:55

Safari Ramadan di Masjid Al Amilin: Momen Bupati Rohul Serap Aspirasi dan Pererat Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:52

Direktur Utama PT Green Palma Riau Jaya Febrian Winaldi Sekaligus Ketua DPP Elang 3 Hambalang Ramadhan Penuh Kepedulian, Buka Bersama Wartawan Beserta Jajaran Polres Kampar

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:51

Pemusnahan Barang Bukti Hasil Penegakan Perda Tahun 2025 Dihadiri Kalapas Pasir Pengaraian

Senin, 23 Februari 2026 - 13:18

21 Pegawai Lapas Pasir Pangarayan Terima Kenaikan Pangkat, Satu Raih Penghargaan Pegawai Teladan

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:25

Polres Rokan Hulu Ungkap Peredaran Sabu 27,83 Gram, Dua Orang di Amankan

Berita Terbaru