INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Universitas Wiralodra (Unwir) telah menetapkan Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd secara resmi sebagai Rektor Universitas Wiralodra periode 2026–2030.
Dalam Pemilihan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) berlangsung di tingkat senat universitas, pada kegiatan berjalan terbuka dan demokratis, dengan memberikan kebebasan kepada para pemilik hak suara untuk menentukan pilihan tanpa intervensi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Unwir yang baru saja terpilih menyampaikan bahwa seluruh tahapan penilaian dalam proses pemilihan dilakukan secara transparan.
Para peserta yang memiliki hak suara diberikan kesempatan penuh untuk menilai setiap calon secara objektif dan bebas.
“Ya, mungkin sesuai dengan pilihan mereka. Mereka juga diberikan kesempatan untuk menilai secara bebas tanpa intensi tertentu. Kemudian peringkatnya juga sudah ditentukan. Jadi benar-benar prosesnya berlangsung secara demokratis,” tutur Ipong.
Dia menanggapi pengamatan bahwa sebagian besar peserta forum terlihat lebih tertarik pada visi dan misi yang disampaikannya. Menurutnya, hal tersebut merupakan dinamika yang wajar dalam diskusi akademik.
Rektor terpilih juga mencatat bahwa dalam sesi tanya jawab hanya ada satu peserta yang secara langsung menyampaikan kritik terhadap pemaparannya.
Sementara pada sesi sebelumnya, beberapa peserta justru lebih banyak mengkritisi calon lain terkait rencana program yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai rektor.
Menurutnya, ketika dirinya memaparkan visi dan misi, banyak peserta yang lebih fokus menanyakan program-program yang akan dijalankan ke depan. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terburu-buru menjanjikan program secara spesifik sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi universitas saat ini.
“Yang pertama tentu kita evaluasi dulu. Setelah itu baru kita bisa menentukan ke depan prioritas apa yang harus dikerjakan. Mana kegiatan yang memerlukan penanganan khusus atau penanganan cepat. Dari situ baru ditentukan strategi kegiatan, mana yang harus diprioritaskan pertama, kedua, dan seterusnya,” jelas Rektor Ipong.
Ditegaskannya, bahwa tidak ingin memberikan janji berlebihan sebelum mengetahui secara utuh kondisi kampus, baik dari sisi keuangan maupun kinerja lembaga.
“Saya tidak menjanjikan apa-apa. Saya hanya bisa menentukan langkah ke depan setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi yang sekarang, baik dari sisi keuangan maupun kinerja. Selama ini saya belum mengetahui secara keseluruhan,” katanya.
Ipong menambahkan dirinya tidak ingin langsung menilai adanya kekurangan atau kelemahan dalam kinerja lembaga sebelum melihat kondisi secara lengkap.
“Saya juga tidak bisa langsung menyebutkan kinerja yang buruk, karena memang belum melihat secara menyeluruh. Yang terlihat mungkin yang baik-baik saja, sementara kekurangannya belum tentu terlihat,” ujarnya.
Terkait pandangan bahwa Unwir masih kurang dikenal luas oleh masyarakat, Ipong mengakui kondisi tersebut mungkin pernah terjadi di masa lalu.
Namun, menurutnya perkembangan kampus saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Betul mungkin dulu seperti itu. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama saya masuk ke sini,” tandasnya.
Dia melanjutkan bahwa perkembangan tersebut dapat dilihat dari semakin beragamnya asal mahasiswa yang menempuh pendidikan di Unwir.
“Kalau dulu banyak mahasiswa dari Indramayu saja. Sekarang mahasiswa saya tidak hanya dari Indramayu. Ada yang dari Kuningan, Majalengka, Brebes, bahkan dari Bogor dan Sumedang. Artinya Unwir sudah mulai didengar orang. Prosesnya memang tidak bisa langsung, semuanya harus bertahap,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Wiralodra saat ini, Prof. Dr. Ujang Suratno, menjelaskan bahwa hasil pemilihan pada tahap senat menunjukkan dukungan mayoritas kepada calon rektor nomor urut 2, yakni Ipong Dekawati.
Menurutnya, dari total suara para senator, calon nomor urut 2 memperoleh 29 suara, disusul calon nomor urut 3 dengan 8 suara, dan calon nomor urut 1 memperoleh 2 suara.
“Pada pemilihan di Senat, Alhamdulillah terlihat nomor urut 2 memperoleh suara terbanyak yakni 29 suara, kemudian nomor 3 mendapatkan 8 suara, dan nomor 1 memperoleh 2 suara,” ujarnya.
Selain dari sisi perolehan suara, hasil penilaian juga menunjukkan keunggulan pada calon nomor urut 2 dengan nilai 89,7. Sementara calon nomor urut 1 memperoleh nilai sekitar 60, sedangkan calon nomor urut 3 berada di kisaran nilai 76.
Ujang menjelaskan bahwa proses pemilihan di tingkat senat merupakan representasi aspirasi sivitas akademika, karena para senator yang terlibat merupakan perwakilan dari masing-masing fakultas di lingkungan Unwir.
“Senat ini adalah para senator yang menjadi representasi dari tiap-tiap fakultas, jadi mewakili sivitas akademika. Dari hasil tersebut terlihat bahwa sebagian besar memberikan dukungan dan penilaian tertinggi kepada calon nomor urut 2,” jelasnya.
Ia berharap rektor terpilih dapat melanjutkan sekaligus menyempurnakan berbagai program yang telah dirintis selama masa kepemimpinannya.
“Saya berharap apa yang menjadi kekurangan saya selama menjabat sebagai rektor bisa dilanjutkan dan diperbaiki oleh rektor yang terpilih nanti. Harapannya tentu lebih baik lagi, lebih kuat lagi dalam memajukan kampus, karena persaingan perguruan tinggi ke depan semakin ketat,” ungkapnya.
Ujang juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas perguruan tinggi agar mampu bersaing serta memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat. Ia turut menyinggung upaya penguatan menuju status perguruan tinggi negeri di wilayah Ciayumajakuning.
“Kita berharap proses penegerian bisa terus didorong. Memang itu bukan sesuatu yang bisa terjadi secara instan, melainkan sebuah proses panjang. Tetapi harapannya bisa semakin dipercepat,” katanya.
Meski tidak lagi menjabat nantinya, Ujang menegaskan akan tetap memberikan dukungan bagi kemajuan kampus yang telah dipimpinnya tersebut.
“Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Saya sekarang mendorong dari belakang saja, memberikan dukungan agar Universitas Wiralodra terus berkembang lebih baik,” tuturnya.
Dia juga optimistis Unwir tidak akan kekurangan calon pemimpin di masa mendatang karena jumlah dosen bergelar doktor terus meningkat, bahkan telah mencapai sekitar 46 orang.
“Calon doktor juga cukup banyak. Mudah-mudahan setiap tahun juga bertambah guru besar,” katanya.
Ke depan, pihak kampus menargetkan setiap fakultas minimal memiliki satu guru besar, bahkan jika memungkinkan setiap program studi memiliki satu profesor guna mendorong peningkatan akreditasi hingga mencapai predikat unggul.
“Harapannya tiap fakultas minimal memiliki satu guru besar, bahkan kalau bisa setiap program studi juga ada. Dengan begitu kita bisa mendorong akreditasi unggul di setiap prodi dan membawa Universitas Wiralodra semakin maju,” pungkasnya.
(Toro)





















