INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi program pembinaan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu dalam mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali diterima dan mandiri di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Lucky Hakim usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus pemberian remisi secara simbolis kepada tiga narapidana yang langsung bebas, di Pendopo Indramayu, Senin (17/8/2026).
Menurut Lucky, keberadaan Lapas tidak semata-mata sebagai tempat menjalani hukuman bagi orang yang telah dinyatakan bersalah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
“Orang-orang yang pernah khilaf, pernah berbuat salah, sudah diputuskan bersalah, menjalani masa hukumannya untuk bisa dimasyarakatkan kembali,” ujar Lucky.
Ia menilai pembinaan yang dilakukan Lapas Indramayu menjadi langkah positif karena warga binaan tidak hanya dipersiapkan untuk menyelesaikan masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan sebagai modal ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Lucky menyoroti adanya paradigma di masyarakat bahwa mantan narapidana kerap mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah bebas. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dijawab melalui pembinaan yang mampu membangun kemandirian warga binaan.
“Kadang-kadang ada paradigma di masyarakat, orang yang lolos dari penjara itu susah dapat pekerjaan. Maka di Lapas Indramayu ini, mereka bisa dilatih untuk mandiri, untuk bisa berwirausaha. Itu luar biasa sekali,” katanya.
Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengembalikan warga binaan ke tengah masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
Ia berharap program pembinaan dan pelatihan keterampilan di Lapas Indramayu terus dikembangkan, sehingga warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidananya dapat menjalani kehidupan baru secara mandiri serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Lapas itu bukan hanya tempat memisahkan orang yang melakukan kesalahan dari masyarakat, tetapi bagaimana kemudian mereka bisa disiapkan untuk kembali ke masyarakat dan mandiri,” pungkasnya.
(Toro)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















