INDRAMAYU-Gerbang lnvestigasi.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan kerja produktif. Terbaru, Lapas Indramayu mengembangkan sektor peternakan melalui budidaya entog sebanyak 100 ekor bibit dan sepasang induka.
Kasi Binadik & Giatja Lapas Kelas IIB Indramayu, Rachmad Putera, mengatakan bibit entog yang disediakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan produktivitas kegiatan peternakan di lingkungan Lapas sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan.
Pengadaan bibit entog ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di bidang peternakan. Selain 100 ekor bibit, kami juga menyiapkan sepasang indukan untuk mendukung keberlanjutan program ini,” ujarnya, Selasa (18/08/2026).
Menurutnya, 100 ekor bibit entog tersebut akan dipelihara hingga mencapai bobot panen sekitar 3,5 kilogram hingga 4,5 kilogram pada usia sekitar tiga bulan.
la menjelaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan keterampilan kerja bagi warga binaan.
“Yang paling penting bukan hanya hasil ternaknya, tetapi bagaimana warga binaan mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman nyata dalam mengelola peternakan. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Megembangan peternakan entog ini juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui kegiatan peternakan yang memanfaatkan lahan di lingkungan Lapas serta memperkuat pembinaan kemandirian melalui kegiatan kerja produktif yang melibatkan warga binaan.
Ia menambahkan, bahwa Lapas Indramayu akan terus mengoptimalkan berbagai potensi dan sumber daya yang tersedia di lingkungan Lapas untuk mendukung pembinaan kemandirian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ini kami arahkan agar warga binaan semakin produktif dan memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan secara mandiri.
Dengan begitu, pembinaan di dalam Lapas benar-benar memberikan manfaat dan menjadi persiapan bagi mereka untuk kembali ke masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pengembangan peternakan entog tersebut, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
(Toro)




















