Pati Jawa Tengah
Informasi berita yang liburnya salah satu tempat SPPG yang berada di Kecamatan Winong, kini beredar informasi dari masyarakat setempat jika SPPG itu, tidak tersedianya tenaga Ahli Gizi. Hal tersebut diduga melanggar kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan hal itu juga dapat membahayakan kesehatan Penerima MBG (Makanan Bergizi Gratis) itu.
Berdasarkan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) per awal 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi tanpa tenaga ahli gizi atau menyajikan menu yang tidak sesuai standar gizi dan keamanan pangan akan dikenakan sanksi tegas.
Sanksi Penghentian Sementara (Suspend): Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional SPPG yang tidak memenuhi standar, termasuk kasus ditemukannya menu yang tidak sesuai standar gizi atau tidak adanya tenaga ahli gizi yang mengawasi pengolahan.
Pelanggaran Berat: Mitra yang tidak profesional, melakukan mark-up harga bahan baku, atau menekan kuantitas/kualitas gizi (tanpa ahli gizi/menu tidak sesuai)
Keamanan Pangan: BGN menekankan bahwa setiap SPPG harus memastikan makanan aman
Tujuan Sanksi ini diberlakukan sebagai bentuk pengawasan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar gizi, aman, dan bermanfaat bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil/menyusui. Ahli gizi di SPPG diwajibkan untuk mengawal ketat untuk mencegah keracunan dan memastikan pemenuhan gizi yang tepat
Hal itu dapat dikatakan sedemikian karena saat Kepala SPPG godo ( N) di tempat tersebut (Penanggungjawab) sampai sekarang dalam waktu 1×24 Jam atau seharian penuh tidak dapat menunjukkan rangkaian terujinya menu yang disalurkan dalam waktu satu Minggu. Karena Dia berjanji akan segera memberikan/mengirimkan secara tertulis gambaran tersebut melalui via WhatshaApnya, namun awak media mencoba menghungi kembali melalui WA sampai skarang tidak ada respon, ada apakah?!
”Mas nanti rangkaian uji kesehatan dari Ahli Gizi saya kirimkan segara”. Ucap Kepala SPPG ( N) pada kemarin Selasa 7 April 2026 di teras SPPG
Dengan tidak responnya Dia, masyarakat semakin percaya jika tidak adanya struktural lengkap dari SPPG tersebut.
Mudah – mudahan informasi yang didapatkan dari banyak masyarakat tidak adanya kebenaran, karena jika tidak adanya semua itu, sangatlah membahayakan, karena menyangkut kesehatan banyak Anak.” Tutur warga setempat (Ap)
( team)




















