Kasan Basari: Persepsi Negatif Masyarakat Tentang MBG Ada Kekeliruan

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai perbincangan mengenai perbedaan porsi, harga, hingga teknis distribusi, Pelopor MBG Indramayu, H. Kasan Basari, angkat bicara untuk meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat. pada Jumat, (27/2/26)

Menurut Kasan, publik perlu memahami bahwa dalam program MBG memang terdapat dua kategori harga yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada dua pelayanan yang harus dibedakan, artinya beda harga. Untuk Rp8.000 itu diperuntukkan bagi TK dan SD kelas 1, 2, 3 dengan porsi kecil. Sedangkan Rp10.000 untuk SD kelas 4, 5, 6, serta SMP dan SMA dengan porsi lebih besar,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan harga tidak berarti perbedaan kualitas pelayanan maupun menu.

“Yang dipastikan, pelayanan tidak pernah dibedakan. Menu hari itu sama, baik untuk SD maupun SMA. Yang membedakan hanya kuantitas isiannya,” tegas Kasan.

Ia juga menjelaskan, dalam kondisi tertentu, menu yang disajikan bisa mencapai lima macam untuk porsi besar, sementara porsi kecil empat macam. Jika menu yang dihidangkan merupakan makanan kering dengan nilai bahan yang lebih tinggi, maka bisa saja porsi besar terdiri dari empat macam dan porsi kecil tiga macam.

“Ini yang harus diluruskan dulu, supaya jangan sampai publik membanding-bandingkan. Kadang ada dapur yang terlihat menunya lebih banyak dan besar, itu bisa jadi karena sistem pengirimannya berbeda,” ujarnya.

Kasan menerangkan bahwa teknis pengiriman makanan bergantung pada komitmen antara pihak dapur dan sekolah. Ada dapur yang mengirim setiap hari, ada pula yang mengirim dua kali dalam sepekan untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.

Baca Juga:  Menjalani Ramadan, Polisi dan Warga Kompak Bersihkan Masjid Lewat Gerakan Indonesia ASRI di Sukolilo

“Kalau satu minggu enam hari lalu dibagi dua kali pengiriman, berarti tiga hari sekali. Maka secara visual terlihat lebih banyak dan besar. Itu faktor teknis pengiriman, bukan perbedaan kualitas,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak keliru memahami perbedaan tampilan tersebut.

“Clear ya, masalah harga, teknis pengiriman, dan porsi penyajian. Semua sudah diatur,” katanya.

Lebih jauh, Kasan menekankan pentingnya kualitas bahan olahan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.

“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur agar menggunakan bahan segar dan tidak bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insya Allah ada keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar soal asupan gizi bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang luas.

“MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak dan memberikan asupan gizi. Petani bisa hidup dengan harga maksimal, tenaga kerja yang tadinya menganggur bisa bekerja. Walaupun ada plus minus, itu bagian dari dinamika,” katanya.

Ia mengakui ada dampak terhadap pedagang kecil akibat fluktuasi harga bahan, namun hal tersebut dinilai masih bisa disiasati.

Maka, Kasan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan menjaga program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Kita kibarkan dapur ini, kita kawal MBG ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

(Toro)

Berita Terkait

Satreskrim Polres Indramayu Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Wilayah Kecamatan Sindang
Bantuan 220 Unit Becak Listrik Program Presiden Prabowo Subianto Segera di Salurkan
Perkuat Sinergitas, LPKA Kutoarjo Kunjungi Mako Brimob Kutoarjo
Rawat Indramayu, Polres Indramayu Ajak Warga Menahan Diri dan Menolak Provokasi
Kapolres Indramayu Pastikan Insiden di Sindang Ditangani Sesuai Prosedur Hukum
Polisi Imbau Warga Tidak Terprovokasi Terkait Insiden di Wilayah Kecamatan Sindang Indramayu
Ketika Pimpinan dan Warga Bersujud Bersama, Safari Subuh Kapolresta Pati Tuai Apresiasi
LPKA Kutoarjo Lepas 4 Taruna Poltekimipas, Terima Plakat Sebagai Tanda Apresiasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:33

Satreskrim Polres Indramayu Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Wilayah Kecamatan Sindang

Kamis, 24 September 2026 - 12:46

Bantuan 220 Unit Becak Listrik Program Presiden Prabowo Subianto Segera di Salurkan

Kamis, 24 September 2026 - 11:05

Perkuat Sinergitas, LPKA Kutoarjo Kunjungi Mako Brimob Kutoarjo

Kamis, 24 September 2026 - 09:47

Rawat Indramayu, Polres Indramayu Ajak Warga Menahan Diri dan Menolak Provokasi

Kamis, 24 September 2026 - 09:45

Kapolres Indramayu Pastikan Insiden di Sindang Ditangani Sesuai Prosedur Hukum

Kamis, 24 September 2026 - 00:35

Ketika Pimpinan dan Warga Bersujud Bersama, Safari Subuh Kapolresta Pati Tuai Apresiasi

Rabu, 23 September 2026 - 06:43

LPKA Kutoarjo Lepas 4 Taruna Poltekimipas, Terima Plakat Sebagai Tanda Apresiasi

Rabu, 23 September 2026 - 06:40

Tumbuh Percaya Diri, LPKA Kutoarjo Gelar Psikoedukasi Bagi Anak Binaan

Berita Terbaru

Uncategorized

Perkuat Sinergitas, LPKA Kutoarjo Kunjungi Mako Brimob Kutoarjo

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:05