INDRAMAYU-Gerbang lnvestigasi.com Dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan koordinasi dan silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Selasa (08/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Lapas Kelas IIB Indramayu dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya dalam pengembangan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan. Dalam Kesempatan ini, disampaikan bahwa program kejar paket yang telah dikembangkan di sejumlah desa kini juga mulai menjangkau lingkungan Lapas Indramayu.
Saat ini, sebanyak enam orang warga binaan telah mengikuti program pendidikan melalui SKB yakni program kejar Paket C, Paket B di Lapas Indramayu. Ke depan, jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran warga binaan terhadap pentingnya pendidikan sebagai bekal untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus terus didorong agar warga binaan memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Pendidikan menjadi salah satu upaya kami untuk membangun perubahan positif pada diri warga binaan. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga mendapatkan bekal pendidikan yang dapat bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendorong dan memberikan ruang agar semakin banyak warga binaan yang memiliki keinginan untuk belajar,” ujar Aramichi.
Ia menambahkan, pihak Lapas juga akan berupaya menciptakan program yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan minat warga binaan untuk mengikuti pendidikan yang telah berjalan melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
“Kami menyadari bahwa meningkatkan minat warga binaan untuk mengikuti pendidikan merupakan tantangan tersendiri. Karena itu, kami ingin menghadirkan pendekatan dan program yang memiliki daya tarik bagi mereka, sehingga pendidikan bukan hanya kewajiban, tetapi menjadi kebutuhan dan keinginan dari warga binaan itu sendiri,” lanjutnya.
Melalui sinergi ini, Lapas Kelas IIB Indramayu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk terus mengembangkan akses pendidikan bagi warga binaan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan bekal pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta turut mengubah stigma negatif terhadap warga binaan melalui proses pembinaan yang nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan koordinasi dan silaturahmi berlangsung dengan baik serta menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu.
(Toro)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















