INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus mendorong pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan kerja produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Terkini, PT Coir Indonesia Global melakukan kunjungan ke LPK Lapas Kelas IIB Indramayu, Kamis (20/8/2026), untuk melaksanakan stock opname sekaligus persiapan stuffing produk coir shade yang akan diekspor.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Aditya Nugroho dan Algi Ridha Al Fahri dari PT Coir Indonesia Global. Keduanya melakukan pengecekan jumlah produk yang telah tersedia sekaligus memastikan kesiapan produk untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Indramayu, Rachmad Putera, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan produk hasil karya warga binaan memenuhi standar yang dibutuhkan untuk pasar ekspor.
Dalam kegiatan ini dilakukan pengecekan jumlah produk, quality control, sekaligus persiapan stuffing. Produk yang belum memenuhi standar juga langsung dilakukan perbaikan dengan pengawasan dari pihak PT. Coir Indonesia Global,” kata Rachmad.
Selain pemeriksaan kualitas, pihak perusahaan juga memberikan arahan secara langsung mengenai tata cara packing produk yang akan diekspor. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam proses pengemasan sebelum produk dikirim kepada konsumen.
Menurut Rachmad, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan produksi dan ekspor, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.
Warga binaan mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai standar kualitas produk, proses perbaikan, hingga tata cara packing yang sesuai dengan kebutuhan ekspor.
”Ini menjadi pengalaman kerja yang sangat bermanfaat sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan produksi coir shade merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui kegiatan kerja nyata.
”Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan di Lapas dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa pidana,” imbuhnya.
Kegiatan stock opname, quality control, hingga persiapan stuffing tersebut juga menjadi implementasi program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian melalui kegiatan kerja produktif yang melibatkan Warga Binaan.
(Toro)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















