INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Tiga orang penyedia jasa pengiriman barang melalui jalur perairan, yakni Sarso, Adnan, dan Suwaryo, dilaporkan hilang sejak Kamis (23/7/2026) di perairan Karangsong-Majakerta, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Ketiganya merupakan kerabat yang sedang mengirimkan puluhan drum berisi oli ke sebuah kapal tanker.
Mereka bekerja sama dengan PT Sukun Niaga Utama sebagai penyedia pengadaan oli untuk kapal tanker. Informasi yang dihimpun menyebutkan, perahu yang mereka gunakan membawa sekitar 10 drum oli. Hingga kini, perahu dan ketiga korban belum ditemukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Sabtu (1/8/2026), pihak PT Sukun Niaga Utama diperiksa oleh Satpolairud Polres Indramayu untuk dimintai keterangan.
Sebanyak lima drum oli yang dibawa korban berhasil ditemukan dan diamankan di Markas Komando Polairud Polres Indramayu.
Perwakilan PT Sukun Niaga Utama, Agung, dalam siaran pers di Mako Polairud Polres Indramayu menyatakan bahwa tidak ada nota kesepahaman (MoU) atau kerja sama tertulis resmi antara perusahaan dengan penyedia jasa pengiriman tersebut.
“Tidak ada MoU tertulis dengan perahu tersebut, kami sebagai pengguna jasa,” ujar Agung.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk memberdayakan warga lokal. Agung juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa para korban.
Namun, pernyataan tersebut menuai kritik. Koordinator Umum Forum Peduli Indramayu (Koordum FPI), Masdi, menilai perusahaan seharusnya membuat MoU resmi, terutama untuk kegiatan berisiko tinggi.
“Kalau kegiatan berisiko tinggi dengan mengatasnamakan perusahaan harusnya melalui MoU resmi. Hal ini agar supaya pekerja atau penyedia dapat menuntut pertanggungjawaban ketika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan,” kritik Masdi.
Menurutnya, MoU resmi penting untuk memastikan standar spesifikasi perahu, termasuk aspek keselamatan dan kapasitas muatan, sehingga risiko dapat diminimalisir. Masdi bersama organisasinya berjanji akan menindaklanjuti dugaan keteledoran perusahaan kepada pihak berwenang. Apalagi hingga saat ini ketiga korban masih belum ditemukan.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap korban dan perahu yang hilang.




















