INDRAMAYU-Gerbang Investigasi.com
Suasana rapat di DPRD Indramayu memanas. Beberapa anggota dewan dari berbagai fraksi mendorong penggunaan hak angket untuk menyelidiki kinerja PDAM Indramayu yang dinilai bermasalah.
Anggota DPRD Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Anggi Nofiah, menyatakan bahwa hak angket diperlukan karena kinerja PDAM saat ini jauh dari harapan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak keluhan dari masyarakat soal tarif yang mahal, kualitas air yang keruh, hingga pelayanan yang buruk,” ujarnya. pada Senin, (20/7/26)
Menurut Anggi, hampir seluruh fraksi di DPRD Indramayu, telah mengkritisi kinerja Direktur PDAM. Ia menilai direktur utama saat ini seharusnya fokus memperbaiki pelayanan, bukan justru menaikkan tarif yang membebani masyarakat. Bahkan ada laporan warga yang harus menggadaikan motor hanya untuk membayar tagihan PDAM agar air tidak diputus.
“Di hak angket, kita bisa sidak langsung ke manajemen produksi, tata kelola keuangan, pengadaan, hingga kualitas air. Kita bisa cek pH air, apakah layak untuk mandi sekalipun,” tegas Anggi.
Hak angket juga memungkinkan dewan memanggil pihak terkait dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi pelanggaran.
Anggi, juga menganggap sikap Ketua DPRD yang dinilai lamban merespons. Surat usulan Pansus (Panitia Khusus) dari fraksi Golkar disebut tidak pernah dibacakan dalam rapat paripurna. Anggi bahkan menyebut Ketua DPRD “buta dan tuli” terhadap aspirasi anggota dewan dan masyarakat.
“Rakyat harus melek. Wakil rakyat yang dulu pasang badan untuk rakyat, hari ini harus dibuktikan,” katanya.
Selain itu, muncul pertanyaan mengenai pernyataan Bupati Indramayu yang pernah menilai kinerja direktur PDAM sebagai “merah” dan seharusnya mundur.
Namun hingga kini belum ada tindakan tegas dari pemilik modal tersebut.
Fraksi PDI Perjuangan menyatakan siap mendukung hak angket selama bertujuan untuk pembenahan tata kelola BUMD PDAM ke arah yang lebih baik, termasuk transparansi tarif, produksi, dan keuangan.
Hingga saat ini, usulan hak angket masih menunggu langkah lebih lanjut dari pimpinan DPRD.
(Toro)




















